Tuesday, 28 June 2016

LEGENDA DAN OBJEK WISATA BATU ABUR - KALIMANTAN BARAT




Pada suatu hari, diadakan gawe (pesta) di batu raya, ramai orang yang datang di pesta itu termasuk Ne Minta dan cucunya. Satu sama lain mereka saling tegur sapa dan menceritakan keadaan mereka masing-masing. Namun, orang-orang itu tidak begitu memperdulikan kehadiran Nek Minta dan cucunya itu. Ketika cucu Ne’ Minta ingin makan tumpi’ dan daging babi, permintaannya tidak dihiraukan oleh mereka, bahkan seorang dari mereka membohongi dengan berpura-pura mengabulkan permintaan cucu Ne’ Minta.

Liciknya, mereka mengajak cucu Ne’ Minta ke dapur kemudian memberinya potongan jinton dan ia sangat senang sekali karena disangkanya daging babi. Saat keluar dari dapur, sang cucu menghampiri Ne’ Minta sambil menggigit jinton dan menunjukkan kepada kakeknya. Anehnya daging yang digigit tidak putus dan berbau tidak sedap. Melihat keanehan itu Ne’ Minta merampas barang yang diberi oleh orang dari tangan cucunya. Setelah dicermatinya lalu ia berkata kepada cucunya: “ Apa yang kamu makan ini, cu?” itu jinton, getah jangan di makan!”

Akibat peristiwa itu Ne’ Minta tersinggung dan marah besar, dia bermaksud hendak memberi pelajaran kepada orang kampung yang telah mempermainkan dan menghina dia dan cucunya.

Saat ne’ Minta pulang ke rumah, ia mengambil kucing peliharaannya. Kemudian kucing itu didandani selayaknya manusia memakai baju dan celana. Setelah kucing itu didandani, kemudian Ne’ Minta membawanya di tengah-tengah keramaian pesta. Saat kucing itu dilepaskan Ne’ Minta, orang-orang di pesta itu tertawa terbahak-bahak, melihat penampilan kucing yang berdandan seperti manusia. Saat itulah Ne’ Minta dan cucunya pergi meninggalkan kampung itu dengan membawa 1 buah kelapa. Telur satu biji, dan bambu tumiang untuk tongkatnya.

Kucing itu menari dengan girangnya, demikian juga orang-orang kampung semakin menjadi-jadi menertawainya. Tiba-tiba, cuaca yang tadinya begitu cerah, sekarang berubah menjadi gelap. Orang kampung yang menertawai kucing itu tadi pun menjadi kaget terheran-heran melihat hari yang begitu gelap seperti malam tetapi kucing itupun menari terus tanpa menghiraukan keadaan alam yang terjadi. Di tengah-tengah keasikan  itu tiba-tiba datang angin dan petir menyambar berulang kali ditempat orang kampung mengadakan pesta. Tempat itu berantakan dan hancur berkeping-keping. Setelah angin dan petir sudah mulai reda, cuaca mulai berubah terang kembali sehingga terlihat yang disekelilingnya. Akibat tiupan angin topan dan sambaran petir tempat pesta dan kampung berubah semua menjadi batu.

Sepeninggalan Ne’ Minta dan cucunya, mereka sesungguhnya mengetahui apa yang bakal terjadi di kampung mereka. Bunyi petir yang menggelegar dan tiupan angin kencang dapat mereka dengar dan rasakan di tempat pengungsian. Sesampainya di sebuah kompokng, Ne’ minta lalu mentancapkan bambu tumiang (tongkatnya) ketanah dan menanam kelapa yang dibawanya. Telur yang dibawanya kemudian menetas dan menjadi ayam jantan. Ne’ Minta dan cucunya hidup tenang tanpa ada yang mengganggu dan menghina mereka.

Hingga saat ini bambu itu masih hidup dan menjadi rumpun bambu yang besar. Jika bambu itu dipotong maka akan mengeluarkan darah. Demikian pula tempat pesta yang merupakan bukti-bukti kejadian itu masih ada di daerah Batu Raya, yang menunjukkan tempat itu pernah dihuni oleh manusia. Banyak barang-barang yang pada zaman dahulu itu bisa dilihat di tempat ini, misalnya batu yang berbentuk peti, batu yang berbentuk WC (pajohatn) dan batu yang berbentuk tempat duduk (entong).

Sekarang tempat itu dikeramatkan, ada kalanya di tempat itu kita dapat melihat seorang ibu menyusui anaknya. Konon ada orang yang pernah melihat kucing Ne’ Minta dalam peti yang sudah menjadi batu itu. Mulai kejadian pada zaman dahulu hingga saat ini tempat itu diberi nama Batu Abur.

Lokasi : Berada di kecamatan Mempawah Hulu, letaknya di Samangkak dan Batu Raya. 

Objek wisata ini belum di kelola dengan baik dan banyak di kunjungi, dari keaslian masih sangat alamiah.


Sumber :
artforensix13/https://artforensix13.wordpress.com/2016/04/21/legenda-batu-abur/ Irwan Ne’Tune penguat sumber Bpak Ahin

Thursday, 19 May 2016

DAFTAR 8 DESA WISATA YOGYAKARTA



Di yogyakarta selain obyek wisata candi, budaya dan wisata pantai, ada tempat yang menarik lainnya untuk di kunjungi yaitu Desa Wisata. Setiap desa wisata di Yogyakarta memeiliki keunikan tersendiri, disana anda bisa belajar banyak hal yang baru, menghirup udara segar tentunya, bercengkerama dengan kearifan penduduk desa atau untuk sekedar menikmati keindahan dan panorama alam desa. Tidak ada salahnya anda mengajak keluarga, teman sekantor atau teman2 komunitas anda untuk menginap di Desa Wisata, karena hampir semua Desa Wisata menyediakan Home Stay untuk menginap, anda bisa menggelar acara disana, sekedar malam keakraban, family gathering serta untuk Fun Gamesdengan permainan traditional pedesaan, dengan nuansa pedesaan yang alami akan membuat kesan yang mendalam dan menyenangkan.

Berikut daftar beberapa desa wisata di Yogyakarta :

Desa Wisata Tanjung
Alamat Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, mempunyai homestay dengan kapasitas 200 orang.

Desa Wisata Penting Sari
Alamat Penting Sari, Umbulharjo, Cangkringan Sleman. Home stay berjumlah 30 buah ( 75 kamar ) kapasitas 200 orang.

Desa Wisata karang Tengah
Alamat Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Kamar bernuansa traditional, sebagiab berada di rumah penduduk, terbuat dari kayu. Namun kebersihan dan kerapiannya terjaga.

Desa wisata Krebet
Alamat DusunKrebet, DesaSendangsari, KecamatanPajangan
Iniadalahdesawisata yang memilikikerajinanmembatikdenganmenggunakan media kayu. sepertitopeng, sendal, hiasandinding, aksesorisrumahtangga, gelangdanberbagaimacamkerajinandarikayu yang dibalutdengan motif batik.

Desa Wisata Kasongan
terdapatpengrajingerabah yang membuatalatkebutuhansehari-hari, hiasandancinderamatadaritanahliat, sepertiguci, pot bunga, kendidanmasihbanyaklagi.

Desa Wisata Banyusumurup
Desa banyusemurup, kab. Bantul. Desa yang terkenal dengan pembuatan keris

Desa Wisata Kebon Agung
Desa Kebon Agung, Kabupaten Bantul. Merupakan derah pertanianAndaakandiajakuntukmemilihbibit, menanampadi, mempelajarisistemirigasi, hinggamembajaksawahdengankerbau.

Desa Wisata Ledok sari
Terletak di JalanKaliurang, KecamatanPakembinangun, DesaLedokSambiakanmenawarkanberagammacamkegiatan outbound yang menyenangkanAndadapatmenyusurihutan, mengenalmasyarakatdesa yang hidupsecaratradisional, berkemah, hinggamencoba flying fox yang melintasijaluraliran lahar dinginMerapisepanjang 200 meter

sumber :http://maxtroholidays.com/desa-wisata

Tuesday, 19 January 2016

DAFTAR 7 OBJEK WISATA KOTA SINGKAWANG

Kalimantan barat juga tidak kalah menariknya dengan wilayah lainya di Indonesia khususnya kota Singkawang dengan potensi wisata yang di milikinya membuat kota ini di juluki sebagai kota pariwisata, selain itu Singkawang juga di juluki Kota seribu klenteng, kota amoi, yang terkenal di Singkawang adalah perayaan cap go meh nya yang mendunia ini di adakan setiap satu tahun sekali selepas imlek tahun baru Tionghoa yang menjadi perayaan besar masyarakat tionghoa di kota Singkawang, dalam kunjungan WCA kali ini akan berbagi tujuh objek wisata yang ada di kota Singkawang yang tidak boleh anda lewati.

1. Pantai pasir panjang

Anda akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa dari pantai ini, bahkan anda bisa melihat negara tetangga malaysia dari pantai ini. Pantai yang terdiri dari jejeran pohon kelapa yang berdiri gagah di atas betangan pasir putih. Pemandangan pulau-pulau di sekitarnya menjadi latar belakang yang sangat menawan. Pulau Kelapa dan Pulau Mentete menyatu dengan hutan pinus yang tertata rapi seolah membungkus pantai cantik ini. Keindahan alam yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Pantai Kalimantan Barat-Pantai Pasir Panjang

2. Singka zoo

 Sinka Island Park adalah salah satu obyek wisata yang berada di Jalan Malindo Teluk Karang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang jaraknya hanya sekitar 8 km dari Kota Singkawang. Obyek wisata ini terletak di teluk Ma’jantuh atau teluk Karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Pontianak dan sekitar 30 menit dari Kota Singkawang. Sinka Island Park adalah perpaduan antara wisata alam dan wisata modern.

3. Pulau Simping

Pulau Simping adalah sebuah pulau di Singkawang Selatan, Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia.
Pulau Simping adalah pulau terkecil di dunia dan telah diakui dan tercatat di PBB. Sebelumnya pulau ini disebut Pulau Kelapa Dua.
Pulau Simping terdiri dari pasir dan batu, dan beberapa pohon diatasnya. Di dalam pulau ini terdapat kelenteng disinilah para penghuni yang keturunan Cina memanjatkan doa. Jarak dari kota Pontianak ke Pulau Simping kira-kira 2-3 Jam

4. Taman Bougenvile

Taman Bougenville adalah Resort rekreasi yang berhawa sejuk, terletak di kaki Gunung Puntang, tepatnya di Jln. Gunung Puntang, Desa Campaka Mulya, Kec. Cimaung, Banjaran-Pangalengan Kab. Bandung.
Nikmati suasana alam dengan hutan pegunungan, sawah, ladang yang memberikan nuansa asri, alami yang menentramkan hati setiap pengunjung.
Taman Bougenville akan menyatukan diri kita dengan alam, meninggalkan rutinitas, menghilangkan kejenuhan, sekaligus membangun kembali kesegaran jasmani dan rohani secara alamiah.

Taman Bougenville sangat pas untuk acara keluarga, reuni, familly gathering, camping, outbound adventures dan masih banyak lagi. Berikut adalah fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung Taman Bougenville dengan membayar tiket masuk Rp.20.000,- :
  • 1. Taman Alam.
  • 2. Kolam Renang.
  • 3. Alur Luncur & Waterboom.
  • 4. Arena bermain anak.

Taman Bougenville juga menyediakan 6 buah Villa disewakan: Rasamala, Pinus, Cemara, Puspa , Suren dan Log Home Campaka.

5. Pantai Kura - Kura 

Pantai Kura-Kura terletak di Kabupaten Bengkayang. Pemandangan ke arah laut natuna yang luas dan terlihat jelas beberapa pulau. Seperti pulau Kabung dan Penata. Ketika malam hari, suasana gelap akan menyelimuti karena di pantai ini belum tersedia listrik. Hanya mengandalkan sinar bulan dan cahaya bintang dilangit. Anda akan merasakan suasan yang romantis bersama sinar bulan dan bintang di malam hari. Keindahan lainnya adalah sebuah bukit yang ada di pantai ini, dari bukit ini kita dapat melihat pemandangan yang lebih indah dimana pantai akan terlihat sangat berbeda di dekat bebatuannya.

6. Pantai Kijing

Pantai Kijing terletakdi Mempawah Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Pantai yang sangat indah dihiasi bukit serta pepohonan yang sejuk. Ada bukit yang menghadap ke pantai dan pepohonan kelapa yang berjajar rapi, ada juga lapangan gastrek menjadi unggulan berbanding pantai lainnya. Namun beberapa hal yang perlu dibenahi yaitu tangga untuk mendaki bukit perlu diperbaiki. Karena terlihat sudah tak terawat malah rumputnya yang panjang menandakan bahwa tidak pernah ada lagi yang mendaki bukit tersebut. Selain itu, patung kuda, gajah juga sudah terlihat kusam sehingga kurang



7. Pantai Samudera Indah

Lokasi pantai Samudra indah berada di Dusun Tanjung Gundul desa Karimunting Kecamatan Sui Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Merupakan salah satu wisata pantai yang menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara. punya potensi dan daya tarik wisatawan baik lokal mupun manca negara yang harus dikembangkan.


Namun bukan hanya ini saja masih banyak lagi objek wisata yang ada di kota Singkawang yang harus anda kunjungi, mari keliling Indonesia, jangan mau tingal di rumah, Indonesia itu Indah Loe, lakukan perjalanan pasti anda akan ceria.





Monday, 18 January 2016

WISATA TIRTA RIAM BERASAP KALIMANTAN BARAT



Tahukah anda kalimantan barat juga memiliki sebuah pesona wisata air terjun yang amat menakjubkan, letaknya di bengkayang -  sanggau ledo berdekatan dengan perbatasan dengan Malaysia, Ketinggian Riam Merasap ini sekitar 27 meterdan lebar sekitar 200 meter. Konon legendanya ada intan sebesar kepalan tangan yang dijaga oleh seekor labi-labi (kura-kura putih).

Masyarakat setempat menyebutnya dengan riam merasap karena kalau pada musim bulan oktober atau pada musim penghujan dan airnya deras, banyak buih-buih dari tetesan riam ini yang seperti asap.

Umat Katolik setiap hari-hari besarnya (menjelang Bulan Rosaria) selalu ramai mengunjungi Riam Merasap karena sejak lebih dari satu dekade lalu berdiri sebuah Goa Maria diatas air terjun ini.
Terletak di Dusun Dawar/Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas/Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat.

Peta dan Koordinat GPS: 1° 18' 11.31" S  110° 11' 3.44" E,
Berjarak tempuh dari kota Bengkayang ke Lokasi Riam Merasap kurang lebih sekitar 62 km atau kurang lebih 130 km sebelah timur Kota Singkawang atau 300 km dari Pontianak. Dapat dikunjungi dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.  Dari Pontianak bisa menggunakan bis kurang lebih 8 jam denga melewati rute Pontianak - Pinyuh - Anjungan - Toho - Karangan - Bengkayang - Sanggau Ledo.

Dapat juga menggunakan jalur lain denga rute Pontianak - Pinyuh - Mempawah - Singkawang - Samalatan - Bengkayang - Sanggau Ledo. Jalur (rute) pertama jarakanya lebih dekat dibandingkan jalur (rute) kedua (kira-kira selisih 50 km, akan tetapi jalur pertama kondisi jalannya rusak.  Waktu tempuh kedua jalur tersebut kira-kira 6 jam dengan kecepatan rata-rata 60-90 km/jam.

Untuk jalur kedua ini lebih asik, karena melewati bukit Mendering yang jalannya berkelak-kelok kayak ular dengan tikungan yang seperti angka delapan

Selanjutnya jika ingin mencapai riam dan mandi dibawahnya mesti turun ke bawah, akan tetapi diperlukan kehati-hatian untuk turun kebawah,sebab jalannya terjal dan licin selain itu belum dibuatkan tangga untuk turun.
Objek wisata ini dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti kantin, perhotelan, penginapan, kawasan offroad, souvenir shop, arung jeram, dan budidaya keramba.

RIAM MERASAP
»Alamat/Lokasi : Desa Kaliau’, Kecamatan Sanjingan Besar
» Status Kepemilikan : Tanah Desa
» Nama Pengelola : Kelompok Peduli Riam Merasap (Organisasi Masyarakat)

» Jarak dari Pusat Kota/Waktu Tempuh : 85 km dari pusat Ibukota Kabupaten Sambas
» Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata : Jalan setapak menuju ke lokasi riam/air terjun sepanjang 700 meter, lebar badan jalan 2 meter
» Transportasi yang Dapat Digunakan /Biaya : Roda 2 dan roda 4 menuju ke desa terdekat kemudian berjalan kaki kira-kira 1 km hingga lokasi riam merasap.
» Harga Tiket Masuk : Tidak dipungut biaya.
» Daya Tarik yang ada di ODTW :
- Di sepanjang perbatasan Kabupaten Sambas dengan Negeri Serawak, terdapat banyak air terjun dan riam yang sebagian besar masih sangat alami karena masih belum tersentuh tangan manusia. Salah satunya yang cukup dekat dengan ibukota Kecamatan Sajingan Besar adalah Air Terjun/Riam Merasap yang merupakan hulu dari Sungai Sajingan. Disebut Riam Merasap karena air yang deras dari riam ini menimbulkan kabut dingin dari percikan air, karena itulah penduduk sekitarnya menamakan riam ini dengan nama Riam Merasap.
- ODTW ini masih alami dan mempunyai nilai jual yang tinggi bagi menarik para wisatawan. Air terjun setinggi 20 meter, dengan air yang jernih ditambah panorama keindahan alam ekosistem hutan hujan tropis dan ditumbuhi habitat pohon belian yang masih sangat alami. Keunikan Riam Merasap, yaitu; setelah menemukan air terjun/riam ini, dengan hanya menyusuri aliran riam wisatawan akan menemukan satu buah riam lagi dengan ketinggian 8 meter, yang disebut ; Riam Naik Kubik.
- Di obyek wisata ini juga terdapat riam lainnya selain yang telah disebutkan tadi yaitu; Riam Kaca dan Riam Babi.
- Wisatawan juga dapat melihat langsung kehidupan masyarakat Dayak Selako yang menjadi masyarakat Kecamatan Sajingan Besar.
- Dengan akan dibukanya border Aruk-Sajingan sebagai pintu gerbang perbatasan antara Negara Indonesia dan Negara Malaysia, maka obyek-obyek wisata di kawasan Sanjingan besar layak untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang nantinya diharapkan akan dapat menarik wisatawan khususnya yang berasal dari luar (wisatawan mancanegara) yang datang/pergi melalui border Aruk Sajingan.